Pentingnya Peringatan Hari Literasi

Pentingnya Peringatan Hari Literasi
Kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan adalah pengertian dari literasi. Dicetuskan oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization atau UNESCO pada tahun 1967, setiap tanggal 8 September akan diperingati sebagai Hari Aksara Internasional atau Hari Literasi. Seluruh negara di dunia memperingati bagaimana pentingnya kesadaran literasi bagi tiap individu, komunitas, dan masyarakat. 

Namun begitu, saat ini masih ada 750 juta remaja dan orang dewasa yang masih belum bisa membaca serta sekitar 250 juta anak-anak tidak mempunyai keterampilan membaca. Maka dari itu, dengan adanya Hari Literasi, diharapkan dapat memajukan angka literasi di tiap-tiap negara dan juga menghargai jasa dari orang-orang yang sudah berusaha untuk memajukan angka literasi dan tingkat pendidikan dunia.

Berikut sejarah, kondisi literasi di Indonesia, dan alasan dari Hari Literasi pada tahun 2022.

Sejarah Literasi
Pada 8-19 September 1965 diadakan sebuah konferensi yang bernama “World Conference of Ministers of Education on the Eradication of Illiteracy” di Tehran, Iran. Konferensi ini membahas anjuran dari Pemerintah Iran agar UNESCO agar memberikan hadiah literasi internasional untuk orang-orang yang berjasa dalam memperjuangkan pemberantasan buta huruf. Lalu pada tahun 1967 UNESCO mendeklarasikan 8 September sebagai Hari Literasi Internasional.

Kondisi Literasi di Indonesia
Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), per tahun 2019, Indonesia menempati rangking ke-62 dari 70 negara dengan tingkat literasi. Dengan kata lain, Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara dengan tingkat literasi paling rendah. Faktor rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia disebabkan masih kurangnya kebiasaan membaca sejak dini. 

Alasan Hari Literasi Sangat Penting Untuk Diperingati
Apalagi di negara berkembang, masih menghadapi tantangan dalam literasi, walaupun mempunyai pendidikan dasar. Beberapa faktor yang mempengaruhi angka literasi di suatu negara, seperti populasi, status sosial ekonomi, kemiskinan, korupsi, gender, dan lain-lain. Literasi sangat penting untuk membantu setiap individu dan kelompok untuk mengembangkan kemampuannya mempelajari ilmu-ilmu baru dan mendapat pengetahuan dan keterampilan yang baru dan berbeda-beda. 

Pentingnya memperingati Hari Literasi dapat membantu meningkatkan angka literasi dan dapat mengurangi angka buta huruf di tiap daerah di Indonesia maupun secara internasional. Selain itu juga menghargai usaha orang-orang yang sudah berusaha mewujudkan tujuan dari diadakannya hari literasi.

Itulah Sejarah, Kondisi di Indonesia, dan alasan mengapa Hari Literasi sangat penting. Yuk tingkatkan kembali angka literasi di Indonesia, agar dapat memajukan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Sumber :

https://itjen.kemdikbud.go.id/web/hari-literasi-internasional-dan-anak-usia-dini/

https://www.jakmall.com/blog/sambut-hari-aksara-internasional-2020/ 

https://kumparan.com/berita-hari-ini/kondisi-budaya-literasi-di-indonesia-dan-upaya-meningkatkannya-1vPQsn169BC/4

https://perpustakaan.kemendagri.go.id/tingkat-literasi-indonesia-di-dunia-rendah-ranking-62-dari-70-negara/

https://perpustakaan.bsn.go.id/index.php?p=news&id=1077 

https://news.detik.com/berita/d-6258919/hari-literasi-nasional-8-september-sejarah-dan-tema-perayaan#:~:text=Dilansir%20dari%20laman%20Itjen%20Kemdikbud,masyarakat%20mengedepankan%20literasi%20dalam%20hidup.

https://www.merdeka.com/jabar/peristiwa-8-september-memperingati-hari-literasi-internasional-begini-sejarahnya-kln.html

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *