Bagaimana Cara Agar Siswa Fokus kepada Proses Bukan Hasil?

Bagaimana Cara Agar Siswa Fokus kepada Proses Bukan Hasil?

Ketika seseorang bersekolah, tentunya harus fokus mempelajari berbagai ilmu dan wawasan sesuai dengan tingkat yang ditempuh. Namun, pada praktiknya, tidak sedikit siswa yang hanya berfokus pada hasil bukan proses. Mengapa? Hal ini disebabkan karena sebagian orangtua hanya fokus untuk mendidik anaknya agar mendapat nilai yang sangat sempurna.

Kalau menurut Bapak/Ibu, penting nggak sih sebuah ‘nilai’ dibandingkan ‘pelajaran atau ilmu”’ yang telah seseorang dapatkan? Nilai memang salah satu hal penting yang dapat dijadikan indikator, tetapi “fokus mempelajari” dirasa lebih penting dibandingkan harus ditentukan dengan sebuah nilai. Karena ketika kita “fokus mempelajari” ilmu tersebut akan diterapkan hingga dewasa nanti, namun ketika kita mendapatkan “nilai” yang sempurna, belum tentu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.  Nah, Siswamedia merangkum nih beberapa cara agar siswa lebih fokus kepada ‘prosesnya’ dibandingkan ‘nilainya’. Apa aja ya? Yuk simak di bawah ini.  

Gunakan Bahasa dengan Penyampaian yang Baik

Sumber: unsplash.com

Ketika seorang siswa mendapatkan nilai yang jauh dari target yang dicapai, tidak perlu memarahi siswa tersebut. Cukup memberitahu dengan menggunakan kalimat seperti “Nggak apa – apa, setidaknya kamu sudah berusaha dan mempelajari materi ini, besok lebih baik lagi ya”, “Nggak apa – apa nak, ini memang sulit, tapi bapak/ibu yakin kamu bisa untuk kedepannya”. Tunjukkan kalau kita akan selalu mendukung proses belajarnya.

Mengurangi Pekerjaan Rumah

Sumber: unsplash.com

Wacana mengurangi pekerjaan rumah juga sempat dicanangkan oleh Bapak Dedi Mulyadi (Mantan Bupati Purwakarta) lho. Menurut beliau, hal – hal akademis seperti PR cukup di sekolah saja. Ketika di rumah, anak diberikan kesempatan utnuk melakukan kreativitas dan produktifitas yang sifatnya bukan akademis. 

Ajak Siswa untuk Mengemukakan Pendapatnya

Sumber: unsplash.com

Sudah tau belum kalau ada penelitian yang mengemukakan bahwa nilai berperan dalam motivasi ekstrinsik (bukan motivasi intrinsik), mengurangi kenikmatan belajar, dan meningkatkan ketakutan akan kegagalan?  Lebih dari itu, nilai juga belum tentu dapat dijadikan ukuran pembelajaran siswa yang baik. Guru dapat mengatasi beberapa efek ketika siswanya fokus terhadap “nilai”, misalnya berdiskusi. Ajak mereka berdiskusi untuk dapat mengemukakan pendapatnya kepada guru dan memperlihatkan bahwa mereka pun bisa melihat hal – hal yang lebih dari sekedar nilai. Penilaian diri juga dapat meningkatkan keterampilan metakognitif mereka. 

Nah, itu dia 3 cara agar melatih siswa untuk lebih fokus kepada proses bukan hasil. Semoga dengan ketiga cara ini, siswa dapat mengerti bahwa tidak semuanya bisa diukur dengan angka. Hal paling penting, siswa mengetahui kalau kita mengapresiasi segala usahanya. Semoga bermanfaat ya!
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *