Tiga Sifat Rasuna Said yang Bisa Diteladani, Sang Singa Betina Pergerakan Indonesia

Tiga Sifat Rasuna Said yang Bisa Diteladani, Sang Singa Betina Pergerakan Indonesia
Lahir pada tanggal 14 September 1910, di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah salah satu pejuang perempuan yang memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan serta kesetaraan derajat bagi wanita Indonesia. Beliau juga dianugerahkan gelar pahlawan nasional atas jasa-jasa beliau. 

Sejak masa mudanya, Rasuna Said sudah sangat memperdulikan tentang pendidikan kaum wanita, dan sempat mengajar di Diniyah Putri, salah satu pesantren di Sumatra Barat. Namun beliau berhenti mengajar karena menyadari kalau kemajuan kaum wanita tidak hanya dari pendidikan, tetapi juga melalui perjuangan politik.

Dengan keberanian dan usahanya dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kesetaraan wanita Indonesia, Rasuna Said mempunyai sifat-sifat yang dapat kita teladani. Sifat-sifat beliau juga dapat menginspirasi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Berikut tiga sifat yang perlu diteladani dari Rasuna Said.

Berpola Pikir Kritis
Rasuna Said sempat bergabung dengan partai komunis, namun ia dikeluarkan dari partai tersebut karena selalu mempertanyakan pandangan partai tersebut terhadap agama. Dari pidato-pidato yang disampaikan tentang kritik untuk pemerintah Belanda juga merupakan bentuk kritis dari pemikiran beliau. Dari hal tersebut, dapat ditarik kesimpulan, bahwa Rasuna Said memiliki pola pikir yang kritis. 

Mempunyai Pendirian yang Kuat
Saat mendapat hukuman speek delict dan dipenjara di Semarang, beliau sempat dibujuk oleh Pemerintah Belanda agar tidak masuk ke dunia politik, namun beliau menolak dan tetap meneruskan perjuangannya di bidang pendidikan dan jurnalistik, beliau mewakilkan beberapa kelompok wanita untuk menyampaikan aspirasinya.

Cerdas
Beliau sempat mengajar di sekolah tempatnya bersekolah dulu sebelum berpindah ke dunia politik. Beliau juga pernah memimpin di dua redaksi, yaitu koran raya dan majalah menara poetri. Rasuna Said juga mewakilkan daerah Sumatera Barat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat dan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Rasuna Said, wafat di usia 55 tahun karena penyakit kanker yang beliau derita dan meninggalkan seorang putri dan enam orang cucu. Beberapa tahun setelah beliau wafat, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Desember 1974. Nama beliau juga diabadikan menjadi sebuah jalan Protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Itulah sifat-sifat yang bisa diteladani dari Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Semoga semangat perjuangan dan jasa-jasa beliau terhadap kaum perempuan dan bangsa Indonesia tetap dapat dikenang di hati masyarakat. Selamat ulang tahun yang ke 112, Ibu Rasuna Said!

Sumber:

https://www.idntimes.com/news/indonesia/gregorius-pranandito/mengenal-hr-rasuna-said-pahlawan-ri-di-google-doodle-hari-ini?page=all

https://www.parapuan.co/read/532986193/rasuna-said-perempuan-pertama-yang-kena-hukum-speek-delict-belanda?page=3

https://kabar24.bisnis.com/read/20220914/15/1577288/rasuna-said-pahlawan-nasional-wanita-yang-jadi-google-doodle-hari-ini

https://www.beautynesia.id/life/mengenal-hr-rasuna-said-sang-singa-betina-yang-patut-diteladani-perempuan-masa-kini/b-235989/2

https://www.tribunnewswiki.com/2021/08/21/rasuna-said

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *